BANGKINANG — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Kampar menyoroti belum ditindaklanjutinya surat permohonan silaturahmi dan audiensi yang dikirimkan kepada Bupati Kampar sekaligus Wakil Bupati Kampar, Ahmad Yuzar dan Misharti. Surat tersebut telah dikirimkan hampir satu bulan lamanya, namun hingga saat ini belum ada kejelasan waktu pertemuan maupun tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Kampar.
Ketiadaan respons ini memicu dugaan adanya praktik pilih-pilih media dan organisasi pers di lingkungan Pemkab Kampar. DPC AWI Kampar menilai perlakuan ini tidak mencerminkan keterbukaan informasi yang setara bagi seluruh insan pers yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar.
Ketua DPC AWI Kampar, Mardianto, menyampaikan kekecewaan mendalam atas situasi tersebut. Menurutnya, maksud surat tersebut murni untuk membangun silaturahmi, memperkenalkan kepengurusan baru, serta menyepakati pola sinergi yang positif antara media dan pemerintah daerah.
“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Yang kami harapkan hanyalah perlakuan yang setara dan profesional. Jika surat organisasi pers lain ditanggapi cepat sementara kami diabaikan begitu saja selama hampir satu bulan, tentu muncul pertanyaan di kalangan insan pers: apa bedanya kami dengan media lainnya?” ungkap Mardianto.
Pihaknya juga menegaskan bahwa AWI Kampar tetap terbuka untuk membangun kerja sama yang konstruktif dengan Pemkab Kampar, namun komunikasi dua arah yang sehat harus dijunjung tinggi. Mengabaikan surat resmi organisasi pers dinilai dapat menghambat kelancaran penyampaian informasi publik kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati Kampar maupun Wakil bupati kampar terkait surat tersebut. DPC AWI Kampar berharap dalam waktu dekat ada respons positif agar kerjasama antar lembaga dapat terjalin dengan baik dan setara.
Rusdianto













