Sosialisasi P4GN di Kabupaten Tangerang, Banten Perkuat Ketahanan Keluarga dari Bahaya Narkotika

Curug — Penanusantara.co.id — Pelaksanaan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten Tahun 2026 diselenggarakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Gedung Pemuda Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh tamu undangan, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh ulama setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP.,M.Si., Kasubag Dit Binmas Polda Banten Saeful Bahri, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Drs. H. Mohammad Faizal, S.H., M.H., jajaran Kesbangpol, pengurus KNPI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Kabid Kesbangpol Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan P4GN ini adalah sebagai upaya mempererat ketahanan di masyarakat, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat demi masa depan yang lebih baik.

“Melalui ekonomi yang kuat dan masyarakat yang sehat, kita bisa membangun ketahanan bersama terhadap ancaman narkotika,” ujar Novriyadi.

Sementara itu, Kasubag Dit Binmas Polda Banten, Saeful Bahri dalam arahannya menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama pencegahan narkoba.

“Sosialisasi ini diharapkan memberikan arahan positif, terutama di lingkungan keluarga. Karena keluarga adalah aset utama yang harus kita jaga dari bahaya narkotika,” pungkasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program P4GN di Provinsi Banten membutuhkan sinergi yang kuat. DPRD berperan dalam menyusun regulasi, mengesahkan anggaran, dan mengawasi jalannya program. Sementara pemerintah daerah mengeksekusi kebijakan nyata, mulai dari pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, Drs. H. Mohammad Faizal. Menurutnya, kegiatan sosialisasi P4GN bertujuan memberikan pengetahuan untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

“Pengawasan harus dimulai terlebih dahulu dari keluarga. Saya berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat berkelanjutan, baik di lingkungan rumah, sekolah, kantor/instansi, maupun pabrik/perusahaan,” tutupnya.

Acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

(Es)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *