PEKANBARU || Kodam XIX/Tuanku Tambusai menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan diawali dengan Apel Siaga Karhutla yang dilaksanakan di kawasan PHR Rumbai, Pekanbaru, dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan secara nasional hingga saat ini telah mencapai sekitar 55.000 hektare, dengan kontribusi dari Provinsi Riau sebesar kurang lebih 8.000 hektare. Angka ini menunjukkan bahwa Riau masih menjadi salah satu wilayah prioritas dalam penanganan karhutla nasional.
Pangdam XIX/TT, yang diwakili oleh Asops Kasdam XIX/TT Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, S.E., M.Han., menegaskan komitmen TNI AD khususnya Kodam XIX/TT dalam mendukung langkah-langkah terpadu penanggulangan karhutla, baik melalui kesiapsiagaan personel, patroli terpadu, maupun dukungan operasional di lapangan.
Ditekankan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi seluruh pihak, meliputi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, perusahaan swasta terutama sektor perkebunan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Pendekatan pencegahan tetap menjadi prioritas utama, antara lain melalui deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Dalam konteks ini, peran dunia usaha juga menjadi krusial untuk memastikan praktik pengelolaan lahan yang bertanggung jawab dan bebas dari pembakaran.
Melalui koordinasi yang intensif dan kolaborasi yang solid, diharapkan upaya pengendalian karhutla di Provinsi Riau dapat berjalan lebih efektif serta mampu meminimalkan dampak ekologis, kesehatan, dan ekonomi yang ditimbulkan.(*Red)







