Respon Cepat Bencana Galodo Solok, Rumah Zakat Terjunkan Tim Gabungan dan Bantuan Darurat ke Arosuka

SOLOK —Penanusantara.co.id
Rumah Zakat bergerak cepat menerjunkan tim relawan dan bantuan logistik untuk merespon bencana banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Bencana banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Jumat (19/9/2026), hingga akhirnya menerjang pemukiman dan perkantoran pada Senin (21/9/2026) pukul 20.00 WIB. Dampak terparah melanda Komplek Perumahan Griya Arosuka (Tahap 1–3), Kecamatan Gunung Talang, di mana sebanyak 256 KK terdampak, 40 unit rumah terendam, dan 12 unit di antaranya mengalami rusak berat.

Selain pemukiman warga, material lumpur dan bebatuan banjir bandang setinggi 20 cm hingga 60 cm turut menimbun sejumlah fasilitas umum serta perkantoran Pemkab Solok—termasuk Kantor Dinas PUPR, DPMN, DPRD, Bapenda, hingga Dinas Kesehatan. Bencana ini juga menyebabkan satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka lumpuh dan Masjid Kayu Aro tertimbun material. Berdasarkan data terhimpun, tercatat 6 orang menjadi korban (1 orang meninggal dunia, 1 orang dalam pencarian, 3 luka berat, dan 1 luka ringan), serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dinas dan milik warga.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Tim Rumah Zakat Sumatera Barat telah bergerak melakukan penanganan awal sejak hari pertama kejadian. Untuk memperkuat respon di lapangan, pada Rabu (23/9/2026) pagi, Tim Rumah Zakat Riau turut memberangkatkan personil tambahan menggunakan Mobil Layanan Sosial. Tim respon cepat ini dipimpin oleh Nofri (Koordinator Relawan Rumah Zakat Riau), Aziz (Tim Relawan), serta Ilham Bintang dari Departemen Humanitarian Divisi Utusan Rumah Zakat Pusat.

Hingga Rabu malam (23/9/2026), Rumah Zakat telah mengerahkan total 16 personil relawan, 1 unit ambulans, serta 2 unit mobil operasional di lokasi bencana. Tim di lapangan berkoordinasi erat dengan BPBD Kabupaten Solok dan pengurus lingkungan setempat untuk membantu proses evakuasi korban, pendataan kebutuhan (need assessment), hingga pembersihan area terdampak bersama alat berat yang diturunkan pemerintah.

Sebagai penanganan awal, Rumah Zakat menyalurkan bantuan logistik darurat berupa 100 paket makanan ringan dan air minum, paket Superqurban (40 kaleng kornet dan 40 pouch rendang), serta mendirikan layanan Pos Segar dan Pos Hangat masing-masing sebanyak 500 porsi untuk penyintas dan petugas evakuasi.

Kondisi mutakhir di lokasi menunjukkan warga mulai bergotong-royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang menebal. Rumah Zakat mencatat beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan para penyintas, di antaranya alas tidur, selimut, air bersih, alat kebersihan, serta makanan siap saji.

Selanjutnya, Rumah Zakat akan terus menyiagakan tim untuk melanjutkan aksi bersih-bersih fasilitas umum dan pemukiman warga, pendataan susulan, serta pemenuhan kebutuhan pangan harian korban terdampak.

#ResponBencana

#RumahZakatAction

Sutrisno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *