Rokan Hilir – Penanusantara.co.id
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan, Pertamina PDC kembali menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah melalui Program **MALIKA 2.0 (Mari Kelola Minyak Jelantah Kita)** pada Selasa (22/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Bangko Jaya ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias mempelajari teknik pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Program MALIKA 2.0 merupakan salah satu upaya Pertamina PDC untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan minyak jelantah yang benar. Selama ini, minyak jelantah masih sering dibuang sembarangan atau bahkan digunakan kembali untuk memasak, padahal kedua praktik tersebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.
Pada pelatihan kali ini, peserta mendapatkan materi dari **Ibu Liza**, seorang praktisi yang telah berpengalaman dalam bidang pengolahan minyak jelantah. Dalam sesi pelatihan, beliau menjelaskan berbagai tahapan pengolahan minyak jelantah, mulai dari proses pemilahan hingga teknik penjernihan menggunakan **bleaching earth**, yaitu material adsorben yang mampu mengurangi warna, bau, dan berbagai kotoran yang terkandung dalam minyak jelantah.
Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga melakukan praktik secara langsung sehingga dapat memahami setiap tahapan proses penjernihan. Minyak yang telah melalui proses pemurnian kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah, seperti sabun ramah lingkungan dan lilin aromaterapi.
Ibu Liza menjelaskan bahwa pengolahan minyak jelantah bukan hanya menjadi solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah ternyata masih memiliki banyak manfaat jika diolah dengan benar. Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat mampu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai teknik pengolahan, bahan-bahan yang digunakan, hingga peluang pemasaran produk hasil olahan.
Salah seorang peserta, **Ibu Ramini**, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat dan dapat langsung diterapkan di rumah.
*”Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Selama ini saya tidak tahu kalau minyak jelantah bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun dan lilin aromaterapi. Ilmu yang diberikan sangat jelas dan mudah dipahami. Semoga ke depan saya bisa mempraktikkannya dan bahkan menjadikannya sebagai peluang usaha untuk membantu perekonomian keluarga,”* ungkap Ibu Ramini.
Melalui Program MALIKA 2.0, Pertamina PDC berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Selain mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah, program ini juga diharapkan mampu melahirkan kelompok-kelompok usaha masyarakat yang memanfaatkan minyak jelantah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata Pertamina PDC dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan potensi yang ada di sekitar mereka.
Sutrisno







