Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Lepas 91 Tim Penyuluh Karhutla untuk Perkuat Pencegahan di Seluruh Riau

Nasional, Riau, TNI17 Dilihat

PEKANBARU || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP melepas 91 personel Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang akan bertugas di berbagai wilayah Provinsi Riau, Rabu (23/9/2026). Kegiatan pelepasan berlangsung di VIP Room Pandawa Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sejak dini.

 

Sebanyak 91 personel yang terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara diterjunkan untuk melaksanakan penyuluhan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Tim tersebut akan menyampaikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya menjaga lahan tanpa praktik pembakaran.

 

Sebelum pelepasan, Brigjen TNI Dedy Zulkifli memaparkan rencana pelaksanaan tugas dan sasaran kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan di wilayah penugasan masing-masing. Tim penyuluh selanjutnya diberangkatkan menuju daerah tugas untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla di tingkat masyarakat.

 

Dalam arahannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam pengendalian Karhutla. Oleh karena itu, kehadiran tim penyuluh di lapangan diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangun komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah. Jadilah ujung tombak dalam memberikan edukasi serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegas Pangdam.

 

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara terpadu ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Riau.

 

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar serta diakhiri dengan doa bersama sebelum seluruh tim bergerak menuju wilayah tugas masing-masing. (A-R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *