Pangdam XIX/TT Pimpin Rapat Darurat Penanganan Karhutla, Tekankan Respons Cepat dan Sinergi Terpadu

Nasional, Riau, TNI17 Dilihat

PEKANBARU || Panglima Komando Daerah Militer XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., memimpin langsung rapat darurat melalui paparan konsep operasi terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berlangsung di Ruang Yudha Makodam XIX/Tuanku Tambusai.Kamis 9/4/26.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadapi potensi Karhutla di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berisiko tinggi terhadap kebakaran lahan gambut.

Pangdam menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilaksanakan melalui konsep operasi terpadu yang mengedepankan sistem komando yang jelas, pembagian wilayah berbasis klaster, serta integrasi antarlembaga. Setiap satuan kewilayahan, mulai dari Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa, memiliki peran krusial sebagai ujung tombak dalam deteksi dini, verifikasi, hingga penanganan awal di lapangan.

Pangdam juga menekankan bahwa kecepatan respons merupakan kunci utama keberhasilan operasi. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk mampu bergerak maksimal dalam waktu tiga jam sejak terdeteksinya hotspot, dengan mengoptimalkan kekuatan darat serta dukungan udara melalui water bombing. Selain itu, pengelolaan sumber air di wilayah gambut menjadi perhatian penting guna menunjang efektivitas pemadaman.

Lebih lanjut, Pangdam menggarisbawahi pentingnya pendekatan preventif melalui deteksi dini, patroli rutin, serta pembinaan masyarakat secara berkelanjutan. Sinergi dengan Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya dinilai sebagai faktor krusial dalam memastikan keberhasilan operasi.

Dalam arahannya, Pangdam turut menginstruksikan para Danrem dan Dandim untuk mengendalikan operasi secara optimal di wilayah masing-masing, mengaktifkan posko siaga 24 jam, serta membentuk tim Quick Reaction Force (QRF) yang siap bergerak setiap saat. Satuan tempur dan bantuan tempur juga diminta menyiapkan personel dan materiil guna memberikan perkuatan sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai semakin siap dalam menghadapi ancaman Karhutla secara cepat, terpadu, dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir serta kelestarian lingkungan tetap terjaga (*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *