Muda-mudi IKTS Hidupkan Semangat Kompetisi Esport Offline di Pekanbaru

Nasional, Olahraga, Riau48 Dilihat

PEKANBARU || Lantai 3 Mal Pekanbaru tampak ramai oleh anak-anak muda, terutama remaja, yang berkumpul di area turnamen Mobile Legends Bang Bang (MLBB). Mereka duduk di depan smartphone masing-masing, berkonsentrasi mengikuti jalannya pertandingan bersama rekan satu tim.

 

Suasana tersebut merupakan bagian dari IKTS MLBB Tournament Season 1 yang digelar muda-mudi Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) Pekanbaru. Turnamen esport ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4/10/2026), dengan mempertemukan 16 tim dari Pekanbaru.

 

Pertandingan yang digelar secara offline membuat para pemain dapat bertemu langsung dengan tim lawan. Di setiap meja pertandingan, para peserta terlihat fokus menyusun strategi, berkomunikasi dengan anggota tim dan berusaha memenangkan pertandingan untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya.

 

Ketua Umum IKTS di wakili oleh Ketua Harian IKTS Pekanbaru, Nata Hedy Nyo SE SH MH mengatakan, turnamen tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar muda-mudi IKTS. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam olahraga elektronik.

 

“Turnamen MLBB ini memang perdana yang dilaksanakan oleh muda-mudi IKTS. Turnamen ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit baru cabang olahraga esport di Pekanbaru,” kata Nata.

 

Menurut Nata, MLBB saat ini tidak hanya dimainkan sebagai hiburan. Dalam sebuah pertandingan, pemain dituntut memiliki kemampuan, memahami strategi dan membangun kerja sama dengan anggota tim untuk mencapai kemenangan.

 

“Kami melihat muda-mudi saat ini sudah biasa dengan turnamen e-sport yang bukan hanya mengasah kemampuan dan skill, tetapi taktik untuk bisa memenangkan kompetisi dengan kerja sama. Dalam turnamen perdana ini antusias peserta cukup tinggi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, MLBB juga menjadi salah satu cabang olahraga modern yang banyak dimainkan anak muda hingga orang dewasa. Bahkan, MLBB termasuk salah satu nomor yang dipertandingkan dalam Asian Games 2026 yang sedang berlangsung di Jepang.

 

Dalam turnamen perdana tersebut, panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, trofi, medali serta e-certificate bagi para pemenang. Selain mengejar hasil pertandingan, peserta juga mendapatkan pengalaman bertanding secara langsung dalam kompetisi offline.

 

Ketua Panitia IKTS MLBB Tournament Season 1, Billy Wilson mengatakan, jumlah peserta dibatasi hanya 16 tim berdasarkan urutan pendaftaran. Seluruh tim yang mengikuti turnamen berasal dari Pekanbaru, dengan masing-masing tim terdiri dari lima orang pemain.

 

“Turnamen MLBB hanya untuk 16 tim berdasarkan pendaftar yang tercepat, yaitu:

 

1. Jagoan Mama

 

2. Ho Ban

 

3. Yadea 129

 

4. Magiavender

 

5. Sableng Aman Boy

 

6. Kue Baringgg

 

7. a day in my life

 

8. EF SHANVICO

 

9. Comfort Esport

 

10. kalah lagi aja

 

11. black hors

 

12. Ikan Laut

 

13. ANAK PAPAH MAMAH (APM)

 

14. Cemara NINE

 

15. Kuantan Family

 

16. Lotus

 

Seluruh peserta berasal dari Pekanbaru dan satu tim terdiri dari lima orang,” kata Billy.

 

Billy menjelaskan, pertandingan hari pertama diisi dengan babak penyisihan hingga perempat final. Dan pada hari kedua ini, pertandingan ke babak semifinal dan final, akhirnya yang menjadi juara hari ini adalah : Juara 1 : Comfort ESport

 

Juara 2 : MAGIAVENDER

 

Juara 3 : Sableng aman boy

 

Juara 4 : Kue Baringgg

 

Penyelenggaraan turnamen perdana tersebut mendapat dukungan dari para Pengurus dan Dewan IKTS, begitu juga sejumlah sponsor lainnya, yakni Mal Pekanbaru, IKIP, Yadea Durian Pekanbaru, Asset Kuliner, Asset Nusantara, Marga Lie, Kin Men Riau, Han’s Sport, Aricton Agri, Semen Merah Putih, Panam City Residence, Xiaomi Shop Juanda, Y’rins, GJ Store, Indodes, Roti & Kue HOYA, JC my Phone, IGB, Aricton Agri dan Panam City Residence.

 

Billy mengatakan, format offline memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta dibandingkan pertandingan yang dilakukan secara daring. Para pemain dapat berhadapan langsung dengan tim lain dalam satu lokasi dan merasakan suasana pertandingan bersama-sama.

 

“Berbeda dengan turnamen daring, pertandingan digelar secara offline, sehingga para peserta bisa merasakan langsung semangat berkompetisi dan hype pertandingan bersama tim-tim tangguh lainnya,” ujarnya.(A-R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *