Kunjungan Kerja Pangdam XIX/TT di Bengkalis: Tegas Cek Kesiapan Prajurit dan Perkuat Respons Karhutla

Nasional, Riau, TNI30 Dilihat

BENGKALIS || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0303/Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (28/4/2026) pagi, untuk memastikan kesiapan prajurit sekaligus memperkuat respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pangdam bersama Ketua Persit KCK Daerah XIX Tuanku Tambusai Ny. Yulia Agus Hadi Waluyo dan rombongan disambut dengan pengalungan bunga, hormat jajar, serta foto bersama. Kegiatan ini didampingi para Pejabat Utama (PJU) Kodam XIX/Tuanku Tambusai serta turut dihadiri Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., dan Dandim 0303/Bengkalis.

Agenda diawali dengan penanaman pohon di lingkungan Makodim sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Selanjutnya, Pangdam memberikan pengarahan langsung kepada sekitar 250 prajurit, mulai dari perwira hingga tamtama, serta anggota Persit.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan pentingnya kesiapsiagaan satuan di wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla. Ia menuntut prajurit untuk selalu siap, disiplin, dan profesional dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Prajurit harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Jangan ragu bertindak cepat, tetapi tetap terukur dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan terpadu.

Kegiatan dilanjutkan dengan penulisan kesan dan pesan oleh Pangdam bersama Ketua Persit untuk seluruh prajurit dan Persit Kodim 0303/Bengkalis. Rombongan kemudian meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Siak melalui jalur laut.

Selama kunjungan berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus mencerminkan soliditas serta kesiapan jajaran Kodim 0303/Bengkalis dalam mendukung tugas-tugas Kodam XIX/Tuanku Tambusai di wilayah rawan bencana (*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *