PEKANBARU || Personel TNI bersama Polri, BPBD, pemerintah setempat, dan masyarakat melanjutkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu (10/10/2026). Penanganan difokuskan pada pendinginan di tiga lokasi dengan total luas lahan terbakar sekitar 16 hektare guna mencegah munculnya kembali titik api.
Di Kabupaten Inhil, pendinginan berlangsung di kawasan Parit Bunga Padi, Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas. Sekitar satu hektare lahan telah dipadamkan, tetapi sekitar 0,5 hektare masih mengeluarkan asap. Petugas memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi dan melakukan penyekatan parit keliling untuk mendukung penanganan.
Sementara itu, di Kabupaten Inhu, tim gabungan melanjutkan pendinginan di Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, dengan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Penanganan serupa dilakukan di Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare. Di kedua lokasi tersebut, api dilaporkan telah dipadamkan dan petugas melanjutkan proses pendinginan.
Perwakilan tim penanganan karhutla mengatakan, proses pendinginan menjadi tahap penting untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Petugas terus melakukan pemantauan dan pendinginan, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap. Kami juga mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat agar penanganan berjalan efektif dan kebakaran tidak meluas,” ujarnya.
Kondisi lahan gambut, cuaca panas, dan angin kencang menjadi tantangan dalam penanganan di wilayah Kempas. Adapun penyebab kebakaran di lokasi tersebut masih dalam penyelidikan.
Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kondisi lahan tetap terkendali serta mengurangi risiko kebakaran berulang. (A-R)













