Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III, Pengecoran Pilar Jadi Fokus Utama

Nasional, Riau, TNI24 Dilihat

INHU || Kodam XIX/Tuanku Tambusai terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Pada Kamis (11/6/2026), personel Satgas Kodim 0302/Indragiri Hulu memusatkan pekerjaan pada pengecoran dua tiang pilon di sisi dekat jembatan sebagai bagian dari tahapan krusial pembangunan konstruksi tersebut.

 

Sejak pagi hari, aktivitas pembangunan berlangsung intensif di lokasi. Anggota Satgas bekerja secara terkoordinasi menyelesaikan pengecoran pilar sekaligus membuka mal pondasi tiang angkur dan pondasi tiang pilon yang sebelumnya telah selesai dikerjakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

 

Komandan Satgas Kodim 0302/Indragiri Hulu mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Indragiri Hulu.

 

“Pengecoran tiang pilon menjadi pekerjaan yang sangat penting karena komponen ini nantinya berfungsi sebagai penyangga utama konstruksi jembatan. Kami terus mengoptimalkan tenaga dan sumber daya yang ada agar pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana,” ujarnya.

 

Di lapangan, personel Satgas tampak bekerja bahu-membahu meski dihadapkan pada tantangan teknis dan kondisi medan yang tidak selalu mudah. Semangat gotong royong menjadi faktor utama yang menjaga ritme pekerjaan tetap berjalan optimal.

 

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah yang selama ini terbatas, mempercepat mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sanglap dan sekitarnya.

 

Hingga saat ini, progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Satgas Kodim 0302/Indragiri Hulu optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung yang aman dan representatif (A-R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *