Kemelut Menyelimuti Perumahan Grand Harmoni 2 Balaraja, Developer diminta Mediasi dan Mencari Solusi

Kab Tangerang -penanusantara.co.id –
Situasi di Perumahan Gran Harmoni 2 Blok H RW 05 Balaraja, Desa Saga, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, memang sangat memprihatinkan ada sekitar tiga RT yang terdampak besar akibat banjir karena tandon yang tidak menampung dan tidak sesuai speak. Banjir yang terjadi pada tahun 2024-2026 telah menyebabkan kerugian besar bagi warga, namun pihak developer belum menunjukkan itikad baik untuk mediasi dan mencari solusi bersama.

Kami dari pihak perwakilan warga Perumh.Gran Harmoni 2 Balaraja menyampaikan,” mencoba berkomunikasi dengan pihak developer sejak Tahun 2024 yang notabennya komunikasi secara bersurat untuk kita mendapatkan jalan keluar kemudian dari audensi yang berjalan pihak developer melaksanakan apa yang Ia bisa dengan pembuatan tanggul dll, Minggu ( 01/02/2026).

Dari Tahun 2026 kami dan warga terdampak belum ada komunikasi yang terbuka, terkait dengan kerugian kami warga yang terdampak sejak Tahun 2024. Melihat tragedi jebolnya tanggul menjadikan kami trauma, kejadian itu terangkum dalam memori kami.

Seiring berjalan tepatnya pada Tanggal 24 Januari 2026 terjadilah aksi dari kegeraman warga perumahan Gran Harmoni 2 Balaraja dengan menggembok kantor pemasaran, proses terus berjalan dan terus menunggu sekitar dua minggu keinginan terus untuk bisa bertemu dengan pihak developer dengan melayangkan surat dari RT / RW dianggap mangkir, coba melalui Kepala Desa tetap mangkir. Atas tujuan baik untuk surat undangan RDP (Rapat Dengar Pendapat)
mendapat respon undangan rapat DPRD sementara proses terus berjalan. Untuk memenuhi Sampai dengan tahapan KUHP berlaku dengan Restorasi justic/ musyawarah mupakat.

Pihak developer bahkan melaporkan balik warga yang menggembok kantor pemasaran, padahal warga hanya ingin mencari solusi atas masalah banjir yang mereka alami. Ini sangat tidak adil, karena warga sudah membeli rumah dengan kredit dan berharap mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.

Dikatakan lagi oleh Christian Budiman ,Yang sangat di sayangkan tahapan yang diminta oleh warga perumahan dari pihak developer langsung melayangkan ke LP, warga perumahan akan tetap menjalankan secara profesional dan hari ini beberapa warga terdampak memberikan keterangan ke Polres , mohon doanya semoga ada jalan keluar dan lekas selesai, ” pungkasnya.

Pendampingan yang dilakukan oleh adfokad , beberapa lawyer dan aktifis kepada warga perumahan Gran Harmoni 2 yang terdampak dilaporkan oleh pihak pengembang/ developer ke pihak kepolisian. kedatanganya guna memenuhi panggilan untuk klarifikasi.

Yang terjadi penggembokan bukan pengerusakan/ tindakan anarkis yang dilakukan oleh warga ini adalah sebagai bentuk sebab akibat apa yang terjadi karena warga sudah melakukan upaya mediasi dengan pihak pengembang dari Tahun 2024, supaya ada solusi bagaimana perumahan ini tidak lagi terkena dampak banjir. Upaya hari ini untuk mengadukan ke pihak kepolisian dan akan menunggu untuk langkah selanjutnya.

Dalam keteranganya aktifis sekaligus lowyer Ipin Herlinda ,” meminta keadilan dan tidak ada diskriminasi hukum, dan meminta pihak developer mendengarkan apa yang menjadi aspirasi warga, bukan hanya membuat ketidak pedulian dan membuat laporan sepihak. Tidak adanya komunikasi / mediasi tidak mencari solusinya untuk kebutuhan warga perumahan Gran Harmoni 2 malah membuat LP. Harusnya sama- sama menguntungkan karena developer memberikan produk proferti dan tidak merugikan warga secara spisiologi dampaknya korban jiwa.

Kami berharap developer lebih mementingkan dampak jauh lebih baik. Mencari hal terbaiknya jangan sekedar membuat laporan dan harapan ada solusi lebih enak dan kekeluargaan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh pihak lowyer dan warga yang terdampak banjir,” Alhamdullillah mediasi kali ini berjalan lancar, sambutan baik dari pihak kepolisian dan menunjukan bahwa proses mediasi sangat baik, bukan untuk saling lapor dan melaporkan dan kita dilaporkan dan kita melaporkan balik tidak. Bahwa kita inginya seperti apa, mereka seperti apa, sebenarnya bahwa kita yang nanya seperti apa” tutupnya.

Warga merasa tidak puas dengan respon pihak developer dan berharap ada itikad baik untuk mediasi dan mencari solusi bersama.

Semoga pihak developer dapat segera menunjukkan itikad baik dan bekerja sama dengan warga untuk mencari solusi atas masalah banjir ini. Warga berhak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman, dan pihak developer memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal tersebut.

(Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *