Bukan Sekadar Lomba, Semangat Persatuan Menguat di HUT ke-81 RI Kodam XIX Tuanku Tambusai

Nasional, Riau, TNI45 Dilihat

PEKANBARU || Semangat Merah Putih membara di lingkungan Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat (14/8/2026) pagi. Prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIX/Tuanku Tambusai mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Sejak pukul 08.00 WIB, Lapangan Upacara dan Lapangan Tenis Makodam XIX/Tuanku Tambusai berubah menjadi ruang kebersamaan. Tawa, sorak dukungan, dan semangat berkompetisi berpadu dalam suasana yang jauh dari kesan formal.

 

Namun, satu perlombaan mencuri perhatian. Di tengah rangkaian kegiatan, aroma nasi goreng mengepul dari wajan para peserta. Kali ini, para pejabat berpangkat Kolonel turun langsung ke arena untuk mengikuti lomba memasak nasi goreng yang dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP.

 

Bukan sekadar adu rasa, lomba tersebut membawa pesan yang lebih dalam. Para pejabat yang sehari-hari terbiasa memimpin di ruang kerja ditantang untuk turun ke dapur, mengolah bahan, menjaga rasa, dan melayani peserta lainnya. Arahan Pangdam menempatkan kegiatan itu sebagai pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang memberi perintah, tetapi juga tentang kesiapan untuk melayani.

 

Suasana pun sontak mencair. Para Kolonel yang biasanya tampil dalam suasana kedinasan yang formal, kali ini terlihat sibuk mengiris, menumis, mengaduk bumbu, hingga menyajikan nasi goreng. Kompetisi berlangsung serius, tetapi gelak tawa dan sorakan justru menjadi warna paling kuat.

 

Pangdam XIX/TT bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIX/TT Ny. Yulia Agus Hadi Waluyo turut menyaksikan kemeriahan tersebut. Hadir pula Kasdam XIX/TT Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., bersama Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIX/TT Ny. Hana Rudi Hermawan.

 

Momentum tersebut menjadi gambaran sederhana tentang makna kebersamaan: pangkat tetap melekat sebagai amanah, tetapi kerendahan hati menjadi kekuatan dalam membangun kekompakan.

 

Di balik aroma nasi goreng dan riuh perlombaan, terselip pesan bahwa seorang pemimpin harus mampu berada di tengah, turun tangan, dan melayani ketika keadaan membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh kegembiraan. (A-R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *