Asops Kasdam Pimpin Langsung Perang Lawan Api di Bengkalis

Nasional, Riau, TNI146 Dilihat

BENGKALIS || Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melakukan operasi pemadaman intensif di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 70 hektare. Area yang terbakar didominasi lahan gambut kering dengan kedalaman cukup dalam, sehingga menyulitkan proses pemadaman hingga ke titik api di bawah permukaan.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani sebagai Koordinator Lapangan, didampingi Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.

Sejumlah pejabat turut hadir dan terlibat langsung dalam upaya penanganan, di antaranya Karoops Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto, Sekda Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letkol Inf. Haris.

Pemadaman darat dilakukan oleh Satgas yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta warga setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran yang terus meluas akibat kondisi lingkungan ekstrem.

Selain itu, pemadaman juga diperkuat melalui operasi udara berupa water bombing oleh Satgas Udara yang dipimpin Capt. Pilot Arif Budiarto. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat.

Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi gambut yang kering dan dalam sehingga api terus membara di lapisan bawah, keterbatasan sumber air, serta arah angin yang berubah-ubah yang mempercepat penyebaran api.

Meski demikian, upaya pemadaman menunjukkan perkembangan signifikan dan terus dioptimalkan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

Tim Satgas mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di wilayah Provinsi Riau.(*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *